Kubuka layar kecil ku, cukup banyak yang kutulis disitu. Namun ada yang terlihat oleh ku sebuah kata yang membangkitkan sejuta rasa, CINTA….
aKu mulai menulis apapun yang kurasa, bukan apa yang kutahu tentang makna Cinta itu. Pikiranku membayangkan hal-hal yang indah tentang Cinta.
Kunyalakan Laptop, menyetel lagu- lagu indah tentang Cinta, dan mulai menulis….
Hai Cinta….
Hari ini aku menemukanmu dalam sebuah layar kecilku….
Buku yang terlihat biasa saja namun berisi tentang mu….
Terlintas dibenakku sebuah keinginan untuk menulis tentang mu.
Ya…tentang Cinta….
dag dig dug,,,dag dig dug..
semakin kencang, kalau aku mengucap kata CINTA
daaannn....
Wahhh…hatiku bergetar….
Ketika lagu-lagu cinta mengalun dari pengeras suara laptop ku….
Mudah- mudahan saja tetanggaku tidak terbangun….
Oh Cinta…Malam hari yang menyenangkan….
Menulis dengan perasaan Cinta…
hanya untuk yang terkasih,,,
hanya untuk yang jauh,,,
hanya untuk yang aku rasa,,,,
dan hanya untuk ayang aku sayangi...di sana...
Friday, 10 July 2009
Untuk yang di sana...
Friday, 26 December 2008
Kehidupan Yang serba Bengkak
Kelelahan yang punya makna
Haus dan lapar yang punya jiwa
Kami mengakrabi kebesaran ciptaan-Mu, ya Tuhan
Betapa indah untuk dinikmati
Namun ada sesal yang menghimpit jiwa
Rasa kontras akan predikat yang kami sandang
Dengan mereka….
Tangan-tangan kotor perusak alam!
Perjalanan kami mengakrabi rimba sunyi
Melewati jalanan nurani
Meniti jembatan perasaan sepi
Menuju puncak gunung yang abadi
Tangan-tangan kotor itu racun
Haruskah kami menutup mata
Sekedar memurnikan yang kami lihat
Sekadar menikmati hijaunya dalam pegunungan
Tangan-tangan kotor itu
Harus kami lihat dan kami tentang
Meski dengan kebesaran jiwa yang bengkak
Meski dengan kacamata yang tak pernah bertepi.
Sidoarjo, 2008
Desir Pasir Gunung Bromo






Gunung Bromo merupakan salah satu tujuan wisata di Jawa Timur. Tempat wisata alam ini terletak di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru di timur kota Malang, Jawa Timur. Pengunjungnya bukan hanya wisatawan lokal, bahkan banyak yang berasal dari luar negeri. Dengan pemandangan yang khas membuat Bromo layak menjadi tujuan wisata. Apa saja keistimewaan Gunung Bromo?
Dingin, begitulah yang akan Anda rasakan saat pertama kali Anda keluar dari mobil. Suhu disini mencapai 10 derajat bahkan sampai 0 derajat Celsius saat menjelang pagi. Maka, Anda hendaknya mempersiapkan pakaian dingin, topi kupluk, sarung tangan, kaos kaki, syal untuk mengatasinya. Tapi, bila Anda melupakan perlengkapan tersebut, ada banyak penjaja keliling yang menawarkan dagangannya berupa topi, sarung tangan, atau syal.
Pengunjung biasa mengunjungi kawasan ini sejak dini hari dengan tujuan melihat terbitnya matahari. Untuk melihatnya, Anda harus menaiki Gunung Pananjakan yang merupakan gunung tertinggi di kawasan ini. Medan yang harus dilalui untuk menuju Gunung Pananjakan merupakan medan yang berat. Untuk menuju kaki Gunung Pananjakan, Anda harus melalui daerah yang menyerupai gurun yang dapat membuat Anda tersesat. Saat harus menaiki Gunung Pananjakan, jalan yang sempit dan banyak tikungan tajam tentu membutuhkan ketrampilan menyetir yang tinggi. Untuk itu, banyak pengunjung yang memilih menyewa mobil hardtop (sejenis mobil jeep) yang dikemudikan oleh masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar berasal dari suku Tengger yang ramah dengan para pengunjung.
Sampai diatas, ada banyak toko yang menyediakan kopi atau teh hangat dan api unggun untuk menghangatkan tubuh sambil menunggu waktu tebitnya matahari. Ada pula toko yang menyewakan pakaian hangat. Menyaksikan terbitnya matahari memang merupakan peristiwa yang menarik. Buktinya, para pengunjung rela menunggu sejak pukul 5 pagi menghadap sebelah timur agar tidak kehilangan moment ini. Anda pun tidak selalu bisa melihat peristiwa ini, karena bila langit berawan, kemunculan matahari ini tidak terlihat secara jelas. Namun, saat langit cerah, Anda dapat melihat bulatan matahari yang pertama-tama hanya sekecil pentul korek api, perlahan-lahan membesar dan akhirnya membentuk bulatan utuh dan memberi penerangan sehingga kita dapat melihat pemandangan gunung-gunung yang ada di kawasan ini. Antara lain, Gunung Bromo, Gunung Batok, atau Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa.
Selesai menyaksikan matahari terbit, Anda dapat kembali menuruni Gunung Pananjakan dan menuju Gunung Bromo. Sinar matahari dapat membuat Anda melihat pemandangan sekitar. Ternyata Anda melewati lautan pasir yang luasnya mencapai 10 km². Daerah yang gersang yang dipenuhi pasir dan hanya ditumbuhi sedikit rumput-rumputan yang mengering. Tiupan angin, membuat pasir berterbangan dan dapat menyulitkan Anda bernafas.
Untuk mencapai kaki Gunung Bromo, Anda tidak dapat menggunakan kendaraan. Sebaliknya, Anda harus menyewa kuda dengan harga Rp 70.000,- atau bila Anda merasa kuat, Anda dapat memilih berjalan kaki. Tapi, patut diperhatikan bahwa berjalan kaki bukanlah hal yang mudah, karena sinar matahari yang terik, jarak yang jauh, debu yang berterbangan dapat membuat perjalanan semakin berat.
Sekarang, Anda harus menaiki anak tangga yang jumlahnya mencapai 250 anak tangga untuk dapat melihat kawah Gunung Bromo. Sesampainya di puncak Bromo yang tingginya 2.392 m dari permukaan laut, Anda dapat melihat kawah Gunung Bromo yang mengeluarkan asap. Anda juga dapat melayangkan pandangan Anda kebawah, dan terlihatlah lautan pasir dengan pura di tengah-tengahnya. Benar-benar pemandangan yang sangat langka dan luar biasa yang dapat kita nikmati.
Muara Akhirku
gelap langit malam
berikan keheningan dan diam
dalam diam
kutengok bintang khusuk sembahyang
dalam keheningan
kupacu hasratku sujud pada-Mu
nyalakan lampu dalam jiwaku
agar aku tahu
segala keangkuhan adalah kebinasaan cinta
dan segala cinta
hanya bermuara pada-Mu
Surabaya, 2008
Sajak Cinta Untuk Dia
Ketika rakyat berkubang dalam genangan air mata
kita berjumpa
Tatkala petani terusir dari tanah leluhurnya
kita bersua
Saat buruh acungkan kepalan tangan menuntut haknya
kita saling jatuh cinta
karena kita di antara penderitaan mereka
darah kita mengalir di nadinya.
Tapi kini kau begitu jauh
jauh tak terengkuh
oleh angan dan harapan
setelah aku terbuang.
Lewat kangenku pada jalanan
lewat rinduku pada pekik perlawanan
kukirim salam untukmu
meski kau tinggal bayang-bayang semu
ataukah aku yang selalu ragu
pada landasan yang selama ini jadi pijakan
cita-cita masyarakat tanpa penindasan.
Rinduku padamu,
laksana bayi rindukan tetek ibunya
ketika lapar dan dahaga.
Cintaku padamu,
kini terbawa angin senja
kulambaikan tangan perpisahan
sambil mendekap dada yang terluka.
Surabaya,2006
Suatu petang di Stasiun Kota
Alhamdulillah, sampai juga di Stasiun kota, Jakarta. Berarti sudah tiga pere empat perjalanan yang kutempuh. kereta yang kutumpangi berhenti di jalur dua pemberhentian bis. Uff…hh!! jakarta yang panas, sepanas orang-orang yang mengerubutiku.
“Perlu tenaga, Mbak?” seorang penyedia jasa angkutan barang menawarkan bantuan. Aku tolak dengan sopan sambil tersenyum. Aku tak ingin penolakanku menimbulkan reaksi yang tidak menyenangkan darinya. Ah, Jakarta tak pernah berubah. Satasiun kota tak pernah sepi dari manusia. Seperti bayangan ku selama ini, saat aku melihatnya di layar kaca.
Kupercepat langkah kakiku untuk menghindari buruan para calo yang mencari penumpang. Sekaligus memperkecil resiko kecopetan. Kabarnya Stasiun kereta api terakhir di Jakarta timur ini menjadi sarang para pencopet. Ya, maklum. Inilah Jakarta. Penduduknya padat, lapangan pekerjaan sempit. Sebagian orang akan melakukan apapun untuk bisa bertahan hidup.
Setelah antri sebentar akhirnya tiba juga giliranku untuk membayar wartel.handphone ku batreinya tidak bias kerja sama. Mungkin dia merasa lelah, karena selama 20 jam lebih aku mengajaknya senda gurau tanpa henti. Kuangsurkan recehan perak kepada penjaga wartel itu. Setelah menerima fakturnya, aku bergegas memburu diantara arus manusia menuju ruang tunggu. Suasana ruang tunggu tak kalah bising. Langkah tergesa kaki manusia dengan membawa tas-tas besar saling berebut untuk mendahului. Apalagi ditambah suara manusia mencari uang, menjajahkan daganganya, yang saling sahut-menyahut.
Jam di tengah ruang tunggu menunjuk angka 17.15 Berarti kemungkinan sampai di Salemba jam 18.15. Masih bisa untuk menjamak sholat. Aku memang tidak terbiasa sholat di tempat umum, apalagi stasiun seperti ini. Selain musholanya jauh aku juga tidak berani sendirian. Entahlah, mungkin karena dari kecil aku tidak pernah pergi sendirian. Maklum, walaupun aku anak sulung, aku adalah anak manja yang beranjak dewasa.
“Assalamu’alaikum.” Sebuah salam terdengar nyaring disela-sela tiupan pluit masinis kereta yang terus bersahutan. Tak kuhiraukan suara itu, karena aku yakin tidak ditujukan untukku. Aku masih terus berjalan menuju tempat keluar stasiun. Aku harus cepat agar bisa tidak bertemu dengan calo-calo itu. Bukannya karena aku sombung, aku sangat memahami kondisi mereka. Alas an mereka melakukan hal seperti ini,. Berdesak-desakkan mencari perhatian pengujung stasiun agar mendapatkan upah. Namun, aku merasa takut karena mereka seperti orang kalap.
“Assalamu’alaikum.” Siapa, sih. Aku mulai penasaran. Aku semakin kaget ketika sebuah tangan menarik lenganku.
“Assalamu’alaikum” Untuk kesekian kalinya ia mengucap salam. Sangat sopan.
“Wa’alaikumsalam” Agak gugup aku menjawab salamnya.
“Ukh, dari tadi aye panggil elu sejak membayar wartel. Kok nggak menjawab.” Aku hanya tersenyum. Tersenyum lantaran bertanya-tanya. Siapa makluk tuhan berparas ganteng ini.
“Maaf, mas. Soalnya ………. Saya kira Mas bukan memanggil saya.” Aku masih belum mengerti siapa laki-laki di depanku ini. Kuteliti dengan seksama, jangan-jangan aku pernah bertemu tapi lupa. Topi hijau lumut, bermotif polos namun elegan, lengkap dengan kaos putih dan celana jins nya. Anehnya ia tidak membawa apa-apa. Memoriku buntu. Aku memang belum pernah melihat dia sebelumnya.
“Putri, Ukh bisa duduk sebentar.” Pintanya menyadarkan lamunanku. Kami pun mencari kursi yang agak kosong. Meskipun sulit akhirnya dapat juga. Kalau semula aku hanya pasif, kini aku yang duluan bertanya.
“Maaf, Mas ini siapa, ya. Sepertinya baru sekarang kita bertemu.” Kupanggil dia Mas karena dari wajahnya aku yakin ia lebih tua dariku.
Bibirnya tersenyum sebelum menjawab. “Aye Irfan kalu Lu putri kan?”
“iya.” Jawabku singkat.
“Begini, ehm…” Ia tampak kebingungan. Aku masih diam menunggu sambil sesekali memperhatikan jam dinding di tengah ruang tunggu. Apa sih maunya.
“Aduh, aye jadi nggak enak.” Kebingungannya semakin kentara. “Sebenarnya aye disuruh temen lu, emm temen aye juga sih. Sungkono. Buat jemput elu..” Ucapnya dengan nada tertatih.
“ooooo…” Aku mencoba memahaminya.
“yuk, pulang. Sungkono udeh nugguin elu dari tadi,”katanya seraya menggandeng tangan kananku. aku kaget dan tersipu malu. Sontak saat ia menggandengku, aku melepasnya. Dia pun dengan santai menjawabnya. “aye takut lu kenapa-kenapa?!,”bantahnya.
Orang di sekitar lagi memperhatikan kami. Namun, semuanya kembali sibuk dengan urusan masing-masing. “ternyata temennya pemalu juga ya. Padahal sungkono cerita kalau elu rame banget, mungkin belum kenal kali yach “Dengan tawa hambar ia mengakhiri ceritanya.
Aku mulai mengerti kalau sebenarnya laki-laki berwajah dingin ini, ternyata ramai juga. Tapi sampai ceritanya usai aku belum berinisiatif untuk menawarkan pertanyaan, atau sekedar tersenyum manis untuknya. Kulihat lagi jam dinding. Aku masih bingung antara percaya atau tidak dengan hal ini. Logikaku mengatakan agar waspada. Ini adalah Jakarta. Semua modus penipuan bisa saja terjadi. Ah, waktuku semakin pendek.
Kuinggat-ingat uang yang aku bawa saat ini. Aku hanya membawa uang pas-pasan. Meskipun masih ada di ATM, tapi semua telah kuanggarkan untuk membeli Laptop baru.
Untuk kesekian kalinya kutatap wajah putihnya yang ada di depanku. Kucoba mencari kebenaran di sana. Ya Allah kalau dia benar-benar orang baik pasti aku akan sangat berdosa. Tapi kalau ternyata dia menipuku? Tak tahulah. Aku masih bingung. Apalagi jam di dinding terus bergerak. Sekilas aku teringat temanku yang pernah kehabisan ongkos saat menempuh perjalanan Surabaya – Jakarta. Uangnya tinggal 200 perak. Untunglah ada orang yang bersedia menolong.
“Putri. Kalau boleh aye minta diongkosi untuk pulang salemba ya, aye lupa kagak bawa duit.” Aku tidak kaget dengan ucapannya karena dari awal aku sudah menduga. “aku hanya mengagguk tak tahu apa yang mesti aku tuturkan padanya,”.Ya Allah, jawaban apa yang harus kuberikan? Antara rasa takut mendzolimi orang yang baik dan khawatir tertipu bercampur menjadi satu. Terus terang, yang membuatku heran adalah sikapnya yang mudah meminta kepada orang yang belum kenal. Terdesak apapun, seorang akhwat tidak akan mudah meminta. Maksimal ia akan meminjam, bukan meminta. Tapi bisa jadi dia benar-benar terpaksa melakukannya. Setelah agak lama, kuberanikan bertanya tentang tujuannya.
“Rumah mas Irfan dimana?” Bagaimanapun aku harus segera mengambil keputusan.
“kebayoran.”
“jakartamana?”. Mulai basi setiap kata yang keluar dari bibirnya.ya pastilah ia di Jakarta.
“Aye di jalan kebayoran nomor 120.”
Kami menyusuri jalanan ibu kota dengan taksi bermerk star taksi.
Kugeser tasku agar lebih dekat. petang ini Jakarta tampak begitu lengang, sehingga jalanan pun tampak sepi. Ughhhfff…akhirnya aku sampai juga di salemba. Aku masih harus menunggu temanku yang masih ke warung. Irfa duduk di bangku yang sederet denganku. Aku hanya melihatnya sekilas, selanjutnya aku teruskan melihat Hp ku yang sudah tak bias hidup lagi.
“Assalamu’alaikum.” Sebuah suara menghentikan aktifitasku. Reflek mataku menoleh ke sumber suara tadi. Deg!! Jantung serasa berhenti berdetak. Kutatap lekat wajah di depanku. Dia adalah laki-laki yang pernah mengisi diari kehidupanku. Ternyata aku bertemu lagi dengannya di sini. Sepertinya ibu kota tak seluas pikiranku. Tapi kenapa dia seperti tidak mengenaliku? Apa karena terlalu banyak perubahan? Atau karena rambutku yang agak berubah akibat bertambah panjang?
“Wa..alaikum salam.” Kuatur nafasku agar tetap tenang. Otakku segera berpikir keras untuk menyusun strategi dalam menghadapinya. “eh kamu?? Duduk.” Ajakku ramah. Setelah suasana agak cair, mulailah orang yang bernama Adit itu bercerita. Persis yang pernah dia ceritakan setahun lalu. Benar-benar tidak kreatif, pikirku.
“Dit.” Sambungku setelah ceritanya selesai. “kamu lupa dengan saya?” Kutatap wajahnya tajam. “setahun yang lalu kita pernah ada memori kan?” Kulihat ekspresi wajahnya yang langsung berubah bias. “Dan kamu juga mengarang cerita yang sama. Maskudnya apa?!” Aku semakin mendesaknya karena merasa berada di posisi yang menang. Ia hanya diam membisu. “Dengarya dit. Gara-gara perbuatan kamu, hubungan ku dengan nana ga baik. Kamu ga Kasihan.
Aku hampir melanjutkan kalimatku ketika terdengar suara yang cukup jelas di telingaku.
“Putri!! ..” Nafasku berhenti seketika saat laki-laki yang di sebelahku telah mendekat dengan sebuah tisu lembut. Aku mendelik karena tidak menyangka kalau irfan memberikan perhatian saat itu. Aku tidak mengenalnya. Tapi dia langsung respect dneganku. Apa gara-gara dia hutang uang di taksi itu.
Dia memelukku erat, dan mengatakan kepada adit, lebih tepatnya Aditya, mantan pacarku yang telah banyak membohongiku. “oo..jadi kamu kenal dia ya say???,”Tanya nya padaku. Sontak aku semakin bingung dengan situasi yang ada. “dit, dia bokin aye. Putrid namanya. Manis kan,”ungkapnya lagi. Anehnya kau tak berkutik saat ia memegang tanganku. Mungkin dia menjadi penyelamat agar aku bisa tersenyum manis dengan Adit , walaupun dengan beban dada yang sesak akibat masa lalu dengannya.
Setidaknya aku tak marah dan merasa ada sedikit keberuntungan saat iefan memelukku. Ya, aku merasa menjadi pemenang dalam pertarungan rasa sakit hati dengan Aditya.
Wednesday, 22 October 2008
SANTAI SEJENAK DI AGIS RESTO
Dari luar, bangunan ini tak pernah sepi pengunjung. Semua tertarik akan sajianmenu dan fasilitas di dalamnya.
Rumah Makan Agis, hadir dengan sajian khas semi tradisional modern. Restoran yang terdapat di jalan Wisma Pagesangan 197 Surabaya (sebelah masjid Al-Akbar Surabaya) ini, menyuguhkan menu-menu masakan Indonesia dengan konsep yang begitu menyamankan pengunjungnya.Mulai dari, rasa menu makanan dan minuman yang ditawarkan hingga dekorasi ruangan yang begitu unik dan menarik.
Untuk menarik minat para pengunjung rumah makan yang buka mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB ini tak hanya menawarkan menu-menu saja, melainkan juga beberapa jasa lainnya seperti peta pernikahan dan seminar bersama.
Nuansa Jawa Yang Kental
Suasana jawa klasik begitu langsung melekat saat pertama kali kita memasuki etalase resto seluas 6000 m2 ini. Hiasan pewayangan kuno, seakan-akan menebarkan nuansa ‘kejawen’ tulen rumah makan ini, menyambut kedatangan para tamu yang hendak menikmati sajian menu yang tersedia.
hiasan pewayangan gunung dari tembaga, menunjukkan bahwa restoran ini memang menyuguhkan desain interior khas jawa. Dengan terdapat atap langit-langit berbahan dasar kayu jati berukir jawa, berwarna hitam kecoklatan. Ditambah adanya perabot singgah yang begitu mendukung. Ya, di resto Agis ini terdapat dua tempat, diantaranya versi meja kursi dan lesehan dengan atap gazebo.
Untuk meja kursi, resto ini kapasitas 200 orang. Tentunya dengan desain yang apik ala kejawa-jawaan. Untuk meja dan kursi berbahan kayu jati berwarna hitam kecoklatan.
Sedangkan untuk ruangan lesehannya, berada di kebun dengan konsep gezebo. Terdapat empat gazebo yang mampu menampung 100 orang. Umumnya tempat ini digunakan untuk pengunjung yang menginginkan privasi bersama keluarganya.
Penempatan interior perabot-perabot jawa didalamnya pun menambah kesan keklasikannya. enam lukisan ukuran jumbo dipajang apik pada dinding berwarna putih itu. Seperti lukisan gambar wayang, rumah pedesaan, panorama laut, rumah di desa, pemandangan alam dan beberapa gambar nuansa jawa lainnya, dapat dinikmati di sini.
Suasana romantis juga ada di sini, saat senja mulai tiba. Cahaya lilin mewarnai gazebo dan kebun yang berada di belakang rumah makan ini. Semua itu akan terlihat perpaduan yang cantik antara cahaya lilin dengan lampu taman yang menyala di kebun resto ini, dengan ditemani rumput dan pohon. Sungguh enak dipandang dan menyejukkan mata kita.
Mengenai konsep klasik yang diusung oleh resto Agis ini, Muntayis, Marketing Manager RM Agis menjelaskan pihaknya sepakat dengan konsep seperti ini, demi memberi kenyamanan beratmosfer jawa. “Kebanyakan mereka berkunjungnya krasan dan selalu betah berlama-lama di sini. Mungkin karena ruangannnya yang adem,”ujarnya pada Eastjava Traveler.
Layaknya Hotel
Rupanya slogan yang pas untuk resto ini adalah restoran berfasilitas hotel. Ya, pada umumnya yang ada ialah hotel mempunyai fasilitas resto. Nah,,ini yang beda dari resto Agis. Berbagai jasa dan fasilitas seperti di hotel ada di tempat ini.
Ada tempat pelatihan, meetingm serta seminar, dan akomodasi pesta pernikahan, ulang tahun, catering serta pertemuan keluarga lainnya. Ada pula sarana keperluan lainnya seperti home stay, salon, dan kolam renang, serta koleksi burung dan ikan hias.
Menu Andalan
Di rumah makan ini selain menu tradisional juga tersedia masakan internasional. Salah satunya yang sering dicari adalah Greel of chicken teriaki. olahan ayam yang diberi bumbu rempah-rempah dan direndam selama 5 menit dengan bumbu tersebut. Kemudian di Greel (potong tipis) dan diberi saus teriaki. aroma khas sausnya sangat mendominasi, akan melekat pada rasa Greel of chicken teriaki special ini. Ditambah lagi sajian apik di atas piring bersama sayuran mentah kubis segar dab irisan tipis wortel.
Buat anda penggemar daging sapi sejati. Resto indragiri juga memberikan menu olahan daging sapi dengan racikan bumbu-bumbu khas jawa. Untuk Sapi, anda dapat menikmati buntut goreng. Terdiri dari buntut sapi yang lunak. Dagingnya yang empuk cocok dinikmati dengan komposisi bumbu rempah-rempah, seperti bawang putih dan paprika. Rasanya jelas mantap
Satu lagi menu yang sering dijasikan andalan resto ini, yaiotu Gurami Mayonneise. Olahan ikan gurami fillet yang digoreng dan dibumbui dengan bumbu lengkap rempah-rempah. Kemudian di campur dengan adonan tepung dari telur dan kanji. Yang bikin mantap ialah saus mayonaise yang terasa gurih dan nikmat.
Untuk pelepas dahaga, anda bisa menyegarkan kerongkongan dengan bermacam-macam minuman yang tersaji. Ada aneka jus buah segar, dan minuman-minuman nyeleneh lainnya. Namun ada minuman spesial yang patut untuk dicoba. Namanya Es Manado. Komposisi minuman yang terdiri dari aneka potongan buah, daging kelapa muda, sirsak, es Cybe serta air kelapa. Rasa manis yang tak begitu bikin eneg membuat es ini menjadi minuman pilihan Rumah makan Agis.
Masih belum percaya dengan menu-menu yang ditawarkan, atau anda masih penasaran dengan menu-menu yang tersaji. Coba saja berkunjung ke rumah makan restoran indragiri ini. Dijamin anda akan mendapatkan kepuasan baik suasana maupun citarasa berbagai menunya.
